Lelaki hebat itu Bukan yang kaya raya dan gagah perkasa Bukan pula yang mampu membentak dan menampar istrinya. Tapi, Yang ketika istrinya marah Justru menatap istri dengn senyuman kasih sayang, Duduk menyimak dan merenungkan ungkapan kemarahan istrinya Tak ada jengkel dari raut wajahnya apalagi dihatinya Ia serius mendengar dan merasa bersalah telah membuat istrinya marah Lalu ketika istrinya selesai meluapkan emosinya... ia pun memohon ijin menyampaikan hak jawabnya. Dia pun membalas dengan bahasa kasih nan lembut. Dengan tutur kata yang memuliakan bahkan tak sedikitpun menyalahkan. Ia begitu tenang... benar-benar tenang, Tak membalas dengan emosi. Apalagi mengata-ngatai dengan caci maki. Tak sedikitpun membentak menyuruh diam sang istri. Apalagi melakukan tamparan pada mulut sang istri Bahkan, Ia masih berkata... Sayangku, masihkan ada yang ingin engkau ungkapkan ? Sampaikanlah hingga engkau lega dan hatimu ridho padaku Tak sampai disitu, Ia pun memohon maaf atas kekurangannya. Ia pu...